Hati Monster

20.21


Angry adalah seorang pendekar kegelapan. Atau, mungkin dia bukan "seorang" tapi "semonster" pendekar kegelapan. Dengan jubah ungu terang yang menjadi ciri khasnya, dia selalu membuat orang-orang takut setiap kali ada yang melihat cahaya ungu terang yang bersinar dimanapun.

"Ah, ibu.. ibu.. aku melihat warna ungu!" teriak seorang anak perempuan yang dikepang rambutnya dan sepertinya dia masih TK. "Ada apa sayang?" tanya ibuya dengan cemas jangan-jangan monster kegelapan menghadiri mereka.

"Ibu! Tolong aku dong..."

"Ada apa sayang? Dimana?" ibunya juga semakin cemas dan takut.

"Ibu, disini ada warna ungu!"

"Dimana?" cemasnya sudah mendekati klimaks.


"Di lolipopku"

Asem lo bocah. Mungkin itu kata ibunya. Masak sih, monster kegelapan akan menyergap mereka dari lolipop ungu yang hanya suatu makanan.

"Tapi bu..."

"Kenapa?"

"Lolipopnya biasanya bukan warna ungu..."

"Apa?"

Hahahahah... Suara mengerikan tanpa wajah terdengar dari mana-mana. Lolipopnya jatuh.

"Dimana? Dimana asal suara itu?" anak perempuan itu bertanya pada ibunya.

"Tenanglah nak. Tenang. Semua pasti ada titik cerahnya" Ibunya berpura-pura menenangkan diri

Anak itu menangis. Ibunya memeluk anaknya sambil menatap langit. Cemas. Apakah monster kegelapan itu akan datang?

"Ibu! Ibu! Di belakangmu!"

"Apa?"

Njleb. Pisau monster kegelapan menusuk tepat di posisi jantung ibu tersebut. "Hahahahhahahah, akan kuhabisi kau sekarang juga"

"Nak, lari nak! Lari!" suaranya lirih

"Tidak bu, aku tidak bisa meninggalkanmu..."

"La..ri...na..k..." Malaikat sudah mencabut nyawanya. MOnster kegelapan belum puas melihat manusia yang mati. Lantas, dia mencabik-cabiknya, menjilat-jilat kepalanya, memain-mainkan tangan dan kakinya, memainkan kedua matanya seperti kelereng. Lalu, dia melototi anak kecil tersebut.

Oh tidak, aku harus lari.

Anak kecil itu langsung mengambil ancang-ancang tapi sebelumnya dia melihat lolipop ungunya tadi. Ah, dia menemukannya. Cuma tangkainya.

"Berarti ibu..monster jubah ungu..lolipop unguku"

"Tidak, aku telah membunuh i..." Belum sempat anak perempuan itu menyelesaikan kata-katanya, monster kegelapan sudah memeluk tubuhnya dan mengulum kepalanya. Lalu, anak itu buntung tanpa kepala.

"Hahahahhaha, sekarang aku puas. Hahahahah..."

Darah segar mengalir lembut membanjiri jalan dan roh anak perempuan itu keluar perlahan dari jasadnya. Tapi, wajahnya tidak seperti wajah anak itu. Lantas siapa?

"Sayang, kamu tega membunuhku" kata roh itu

"Ah, istriku... sejak kapan kamu masuk ke dalam tubuh anak perempuan itu?"

"Kamu ternyata benar-benar pikun ya? Dan sekarang kita tidak bisa berjumpa lagi. Maaf" Roh itu terbang ke langit yang mulai cerah membiru lagi.

"Arrgh. Tidaaaak...." Monster berteriak kencang

"Sayangku..."

Musik Titanic mengalun merdu dari mp3 yang dikantongi monster itu

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top