Satu Detik Itu Berharga Sekali

14.16


Mari kita tanyakan pada orang yang menghadapi sakaratul maut, akankah ia pengen hidup sebentar walaupun itu hanya satu detik?
Terkadang kita begitu meremehkan waktu. Dia ibarat air yang mengalir di pandangan kita, nggak ada faedahnya gitu. Sehingga, waktu yang telah berlalu, biarlah berlalu. Waktu yang hampa, dibiarkan 'membusuk'. Lalu, mengapa kita tidak segera bertindak mengisi kekosongan itu?

Ketika kita berbicara tentang waktu, maka kita berbicara tentang efektifitas. Jangan sampai ada kekosongan dalam hari-harimu! Isilah segalanya dengan hal yang bermanfaat. Bukankah kita belum nyapu-nyapu rumah? Bukankah kita belum ngerapiin-ngerapiin buku? Bukankah kita belum menulis untuk bahan blogging esok hari? Bukankah kita belum membaca buku? Bukankah kita belum membaca Al Quran?
Lalu, mengapa masih ada istilah 'wasting time' bagi kita?
Tidakkah cukup waktu tidur sebagai waktu istirahat bagi kita?
Apakah kita ingin terus mengalami degradasi ketika bangsa-bangsa lain maju?
Apakah kita ingin terus 'terjajah'?
Di manakah posisi kita ketika kawan-kawan kita di benua yang berbeda sudah bangun pagi-pagi sekali, berkarya, lalu membuat perubahan bagi negeri?
Benarkah kita ingin menjadi lebih baik?

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

2 komentar

  1. Apalah nonton Dan browsing2 itu masuk criteria wasting time. Kadang di akhir hari saya tidak berbuat apa-apa Yang berguna sepanjang hari. Tulisan ini kembali mengingatkan untuk mulai menjalani hidup dengan lebih berkualitas! Mulai sekarang di detik ini! Semangat!

    BalasHapus
  2. Satu detik itu berharga anak muda!

    Terimakasih untuk tulisan yang mencerahkan ini..
    Salam semangat.

    BalasHapus

Back to top