Tahapan Manusia Memperoleh Pengetahuan

22.43

Knowledge and thinking

Manusia dengan binatang pada hakekatnya adalah sama. Tetapi, ada satu hal yang telah dianugrahkan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga membedakannya dengan binatang. Itulah akal.
Tetapi, dalam proses kehidupannya, kadangkala manusia menyia-nyiakan kelebihannya ini sehingga pada waktu tertentu, manusia itu pun menjadihewan. Ketika manusia telah membuang jauh akalnya dan membuang jauh petunjuk dari Allah subhanahu wa taala, manusia pun kembali menjadi hewan. Ironis memang. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam perkataan-Nya yang mulia:
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS. Al Furqan: 43–44)
Nah, bagaimanakah caranya supaya manusia tetap menjadi manusia bahkan bisa menjadi lebih daripada manusia (yaitu derajatnya para malaikat)? Berikut ini aku kemukakan teori tentang perkembangan pengetahuan pada diri suatu makhluk yang bernama manusia:
  1. Novel
    Proses mencari pengetahuan yang paling awal pada diri seorang manusia adalah ketika dibacakan cerita-cerita, hikayat-hikayat, kisah-kisahkepada mereka. Inilah metode pengumpulan ilmu pengetahuan yang paling awal, paling primitif. Kita bisa melihat pada artefak-artefak zaman dulu yang ditinggalkan oleh bangsa-bangsa yang mendahului kita tentang bagaimana ilmu pengetahuan tersebar di antara mereka melalui kisah-kisah dusta yang memang berisi pengetahuan (walaupun lebih sedikit daripada dustanya). Kita bisa melihat kembali bagaimana bangsa-bangsa kuno mengatakan hal-hal yang seenaknya sendiri terhadap dewanya. Ada yang mengisahkan dewanya sebagai penguasa dunia bawah, ada yang mengisahkan sebagai dewa yang paling perkasa lah. Dan berbagai versi dongeng lainnya. Sehingga, ketika cerita-cerita itu dibacakan kepada anak-anak mereka, pengetahuan itu pun lengket di otak mereka.
  2. Buku
    Ketika tahapan pertama telah dilewati (tahap penanaman pengetahuan melalui kisah), tahapan berikutnya adalah penanaman pengetahuan secara murni kepada si penuntut ilmu pengetahuan tanpa dimasuki unsur-unsur dongeng. Yaitu membaca ilmu pengetahuan secara murni. Ketika seseorang yang belum terbiasa dengan tahap ini, mungkin dia akan merasa gerah, bosan. Oke, itu biasa. Tapi, kalau tidak mencapai tahap ini, bagaimana caranya pengetahuan bisa masuk? Padahal, kalau hanya mengandalkan tahap yang pertama saja (tahap Novel), pengetahuan yang terkandung di dalamnya tidaklah seratus persen karena si pengarang juga memikirkan di mana dia akan meletakkan unsur karakter, plot, alur, suspend, dramatis, dan unsur-unsur lainnya yang mungkin hanya dipahami oleh orang-orang yang menggeluti dunia itu. Nah, kalau kamu belum terbiasa dengan tahap Buku, cobalah dulu, paksakan diri supaya kamu bisa sampai tahap ini.
  3. Lingkungan
    Inilah tahap paling puncak dari penanaman ilmu pengetahuan ke dalam diri, yaitu tahap Lingkungan. Pada akhirnya, setelah kita berkutat dengan kisah-kisah, buku-buku, pada akhirnya semua itu akan sia-sia kalau kita tidak berbaur dengan lingkungan. Dari mana coba kita bisa mendapatkan pengetahuan seperti ini kalau nggak dari lingkungan:
    1. Jangan pernah meminjam di bank karena sebanyak apapun uang yang kamu dapatkan dari usahamu, takkan ada artinya bagi kehidupanmu karena setiap duit yang kamu miliki, pada akhirnya hanya akan mendarat buat membayarkan tanggungan bank.
    2. Bisnis yang paling menguntungkan adalah bisnis yang tidak mengalami pembusukan, salah satunya adalah jualan sepeda. Kalau dikatakan bisnis di sini, berarti berkaitan erat dengan perdagangan, bukan menjadi pegawai. Karena menjadi pegawai berarti kita tidak bisa mendapatkan duit lebih daripada apa yang kita dapatkan setiap bulannya. Itu juga buat dipakai seminggu sudah habis, harus menunggu bulan berikutnya.
    3. Setiap bank itu riba. Nggak peduli apakah dia bank konvensional ataupun bank syariah. Hanya namanya saja yang mengecoh. Karena setiap meminjam uang, pasti dikenakan bunga yang hanya menjerat leher kita.
    4. Kalau mau lancar dalam setiap transaksi, utamakan suap. Kalau nggak disuap, nggak bakalan bisa cepat prosesnya. (oke, kalau ini sudah menjadi rahasia umum :v )
    5. Jangan pernah sekali-kali minum minuman bersoda kalau kamu nggak mau tulangmu keropos dan menyebabkanmu lumpuh, hanya tergeletak di atas kasurmu.
    6. Jangan pernah merokok karena rokok membuatmu ketagihan dan itu berarti tak ada bedanya sama sekali dengan narkoba. Lagi pula, ketika kamu merokok, kamu hanya akan merusak tubuh dan kehidupanmu.
Oke, sebenarnya masih ada banyak lagi rahasia-rahasia yang nggak pernah diungkapkan di tipi, radio, media massa, media sosial, kecuali dengan kamu memperhatikan apa yang terjadi dengan lingkunganmu, apa yang terjadi dengan orang-orang yang berada di sekitarmu. Kenapa kebanyakan dari informasi di atas nggak pernah kita jumpai di media massa maupun di media cyber? Yah, kamu tau sendiri kan jawabannya? Itu karena hal-hal di atas adalah hal-hal yang classified, rahasia, sesuatu yang tabu untuk diumbar, bahkan akan menjatuhkan bisnis di satu pihak. Nah, kalau kamu dah tau kayak gini, mending sekarang kamu letakkan smartphonemu dan mulailah fokus dengan apa yang terjadi dengan lingkungan, dengan seluruh siklus peradaban peradaban yang terjadi di sekelilingmu.
Perhatikan detail terkecil yang tak diperhatikan orang. Gunakan teknik deduksi dalam memecahkan masalah (Sherlock Holmes)
Lalu, mengapa aku dengan berani mengungkapkan 6 poin di atas? Oke friend, kalau kamu tau dengan apa yang sebenarnya terjadi, peka terhadap lingkungan, kamu pasti bisa tau bahwa banyak hal bohong yang aku tuliskan di atas. Yang mana yang bohong? Cari sendiri lah! Sekaligus juga aku ingin mengajarkan kepada kalian bahwa:
Jangan pernah percaya pada informasi apapun! Cukup simpan dan amati perkembangannya.
Ya, apalagi dengan internet. Gudang terbesar di dunia yang dapat menyimpan jutaan (bukan! Tapi miliarnya miliar) sampah informasi yang berkembang begitu cepat hingga sampai ke tangan kita. Jangan percaya dengan cepat pada internet! Apalagi hoax adalah istilah yang sangat melekat pada setiap informasi yang beredar lewat jaringan internet.
Yang mana kebenarannya? Ask your mind

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top