Menjadi Seorang Intelijen

05.42

Secret Service of America

Entah kenapa aku dari dulu mikirin kayak gini: “Kayaknya jadi agen mata-mata atau intelijen atau apalah namanya itu, kayaknya keren banget ya. Punya peralatan canggih dan orangnya pasti pintar banget terutama dalam strategi.” Terus aku mikir-mikir, beneran nggak sih kayak gitu? Kenapa? Soalnya makin besar gini akhirnya juga makin ngerti kalau hidup itu bukan hanya permainan. Ada tanggung jawab yang harus kita tunaikan di setiap persoalan yang kita lakukan. Apalagi kalau menjadi intel.
Resikonya mati.
Deng deng deng deng… sengaja tak buat soundtrack yang syeremmm… :v
Kok bisa sih resikonya mati? Coba deh kita pikir-pikir, kalau misalnya kita punya rahasia terus kita ingin rahasia itu tetaplah menjadi rahasia (ya iyalah -.-) dan ternyata ada orang yang bisa membongkar rahasia kita, apa yang kita rasakan? Mangkel. Jengkel. Pengen tak bunuh orangnya. Pengen tak santet orangnya. Oke, oke, sudah, sudah, ntar dukun senang lagi baca postingan ra cetho ini :v. Jadi intinya yah, nggak ada satupun orang di muka bumi ini yang ingin rahasianya kebongkar. Bahkan, bagi orang yang bermulut “ember” sekalipun. Itu postulat yang bisa kita pegang saat ini.
Lalu, bagaimana kalau orang yang kita bongkar rahasianya itu adalah orang yang punya kekuatan besar? Kayak presiden Indonesia. Eh salah, presiden Rusia.
DIBEDIL RAINE. Hahahaha…
Oke, hanya menunggu waktu saja saat itu terjadi.
Catatan: Berhati-hatilah dengan jarimu (kalau dulu mulut).

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top