Jangan Remehkan Blogger

05.57

Oke, mungkin ada beberapa orang yang memandang remeh profesi sebagai blogger. Halah, ngapain tuh orang ngeblog terus? Kayak nggak ada kerjaan aja. Tapi kawan, janganlah patah semangat dulu, karena kita ngeblog bukan buat dunia kita saja, tapi juga buat kehidupan kita setelah mati. Kok bisa?
Pernah denger hadits kayak gini nggak? Bahwasanya seluruh amal Bani Adam akan terputus ketika mati kecuali 3. Yaitu Sodaqah Jariyah, Ilmu yang Bermanfaat, dan Anak yang Shaleh. Nangkep nggak, intinya dari perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam barusan? Oke, kita bahas deh...
Sodaqah Jariyah...
Ilmu yang Bermanfaat...
Anak yang Shaleh...
Nangkep kan persamaannya?
Misalnya aja Sodaqah Jariyah, kalau misalnya kita mati, dan sebelum kita mati itu, kita telah memberikan sedekah, misalnya aja membangun masjid dengan uang kita sendiri, atau yang paling simpel aja, membangun toilet umum di Papua. Itu ya, kalau misalnya setelah kita mati dan toilet umum itu masih dipakai, kita akan senantiasa mendapatkan pahala dari sedekah kita itu.
Aku jadi keingat dengan prestasi-prestasi kita di masa-masa kejayaan Islam; baik itu di saat kekhilafahan yang 5 (selama 30 tahun), maupun ketika zamannya kerajaan yang menggigit, yaitu masih menggigit Wahyu (Al Quran dan As Sunnah) dalam sistem pemerintahannya. Nah, Umar bin Al Khattab, telah membangun pemakaman umum di seluruh negara di masa kekhilafahannya (lebih tepatnya, di saat beliau menjadi Amirul Mukminin). Dan ternyata, pemakaman itu masih terpakai sampai sekarang. Coba kita hitung, dari zamannya Umar bin Al Khattab hingga sekarang, tahun 2015, sudah berapa banyak pahala yang beliau dapatkan coba?
Amirul Mukminin: Umar bin Al Khattab
Yang berikutnya adalah Ilmu yang Bermanfaat. Contoh yang paling nyata adalah lahirnya ilmu-ilmu alat sebagai perantara kita membumikan Kitab Suci Al Quran. Ada ilmu nahwu yang diprakarsai oleh Sibawaih, ada ilmu Ushul Fiqih yang diprakarsai oleh Imam Ghazali, ada kumpulan hadits yang disebut-sebut oleh ulama sepanjang zaman sebagai kitab yang paling shahih setelah Al Quran, yaitu Shahih Bukhari. Oke, kuberi catatan penting di sini: Mereka semua itu bukan orang Arab. Monggo dicari di Google dari mana saja asal mereka.
Coba kita perhatikan deh, semua ilmu-ilmu itu sampe sekarang masih digunakan. Ilmu tahsin masih senantiasa diajarkan supaya kita benar dalam membaca Al Quran. Ilmu Ushul Fiqih masih senantiasa diajarkan supaya kita bisa mengambil kesimpulan hukum dari Kitab Suci. Dan begitu pula dengan ilmu-ilmu bermanfaat lainnya, termasuk ilmu beladiri :D
Kalau Anak yang Shaleh, tentunya dia akan bermanfaat yang sangat besar bagi orang tuanya, keluarganya, dan bagi masyarakat. Untuk orang tuanya, ketika orang tuanya mati, tentunya anak yang shaleh ini akan terus-menerus menyebabkan orang tuanya mendapatkan pahala tanpa mengurangi pahala anaknya yang shaleh itu. Sedangkan ketika anak yang shaleh ini mati, pahalanya pun akan terus mengalir ke dirinya dan ke orang tuanya karena anak yang shaleh ini tau betapa pentingnya ilmu dan dia akan otomatis menyebarkannya di tengah-tengah masyarakat.
Lantas, di manakah posisi seorang blogger?
Tulisan-tulisan kita di internet akan senantiasa abadi sampai
negara api menyerang internet musnah dari dunia ini. Coba bayangkan, ketika kita menuliskan suatu yang berkah, suatu yang membuat orang lain menjadi baik, maka kita pun akan mendapatkan pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang membaca artikel kita itu.
Bayangkan kalau misalnya yang membaca 10 orang...
30 orang...
100 orang...
Bahkan, ketika kita mati, tulisan-tulisan kita akan senantiasa abadi. Lalu, kenapa kita tidak memulainya dari saat ini?
Inilah yang sebenarnya pantas dikatakan sebagai Investasi. Walaupun kita telah tiada, amalan-amalan kita yang merasuk ke jiwa orang-orang yang masih hidup akan senantiasa membantu kehidupan kita di akhirat kelak. So, mumpun masih ada waktu, yok kita tanam Investasi Akhirat kita sebanyak-banyaknya.

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

1 komentar

Back to top