Internet of Things versi Blogger

20.34

Internet of Things
Mesti programmer udah nggak asing lagi dengan istilah Internet of Things yang digembor-gemborkan akhir-akhir ini. Apalagi dengan hadirnya IPv6 yang memiliki address yang sangat banyak alias kaya dibandingkan dengan IPv4 yang diprediksi bakalan kehabisan alamat. Nah, atas latar belakang itulah, Internet of Things sudah bukan hal yang mustahil lagi.
Eits, be te we, udah tau belum sama yang namanya Internet of Things? Entar aku dah ngomong panjang lebar, eh, kamunya nanya dah tuh, “Kak, ini ngomongin apa sih?” Gubrak. Mesti jelasin dari awal lagi dah aku :v
Jadi, Internet of Things itu adalah bagaimana caranya memanfaatkan jaringan internet untuk memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Misalnya aja seperti menjadwalkan lampu mati, kulkas mati, menutup pintu otomatis, dan semuanya itu bisa dikendalikan oleh perangkat yang terhubung dengan internet, contohnya aja smartphone. Wow banget nggak tuh?
Itu aja penjelasannya?
Yoh.
Nah, sekarang kita membahas Internet of Things versi blogger nih. Konsepnya sih sama, bagaimana caranya memanfaatkan internet dengan semaksimal mungkin. Tapi, sekarang dari sudut pandang blogger nih.
Biasanya kan, orang-orang yang berkecimpung di pengembangan dunia Internet of Things tu hanya programmer, developer, pokoknya apa aja lah yang berhubungan dengan komputer, script, dan teknologi. Nah, aku di sini bakal mendobrak paradigma itu. So, kita-kita nih, sebagai blogger, juga bisa mengembangkan Internet of Things dengan lebih baik lagi daripada apa yang dikembangkan oleh para programmer itu.
Ini bang Zaini ngomong apa sih, nggak mudeng saya -.-
Yo wes, sing penting moco sek wae. Ngertine ngko wae rapopo :v
Kuncinya satu: “Memperkaya Informasi di Internet” (catat baik-baik ya, anak-anak :D)
Kenapa aku menekankan pada bagian memperkaya informasi di internet? Soalnya nih ya, artikel-artikel yang berbahasa Indonesia menurut pemantauanku, masih kalah jauh jumlahnya dibandingkan dengan artikel-artikel berbahasa Inggris. Oke, mungkin aku nggak tau secara keseluruhan. Tapi, contohnya aja kalau aku mengetik “multimarkdown”, pasti dah yang keluar itu yang berbahasa Inggris semua. Entah itu dari cara menggunakan multimarkdown, pengalaman ketika menggunakan multimarkdown, aplikasi-aplikasi yang bisa menggunakan format multimarkdown, hingga perdebatan antara pengguna multimarkdown dengan yang murni markdown. Please, aku bingung deh, di mana nih artikel yang berbahasa Indonesia? Kan jadi agak susah kan bacanya kalau mesti bolak-balik buka kamus. Orang Indonesia itu kan banyak, banyak pula yang pintar-pintar dari berbagai profesi. Ada yang ahli dalam masalah hukum, kedokteran, antariksa, hingga konspirasi internasional dan UFO. Hello, kalian di mana gitu lo?
Pernah sih aku lagi nyari apa gitu, banyak hasil pencarian yang berbahasa Indonesia. Tapi sayang, antara artikel di blog satu dengan blog lainnya copas 100%! Memalukan.
Nah, ayo deh, kita yang punya keahlian ini, atau setidaknya pengalaman apa aja, kita share-kan kepada netizen yang haus akan ilmu pengetahuan. Yakin deh, ilmu kita nggak bakalan kurang. Bahkan, bisa jadi kita kecipratan pahalanya dah tuh kalau yang membaca artikel di blog kita sukses karena mengikuti panduan dari kita.
Ciao

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top