Ustadz Syihab | Manajemen Finansial

02.22



Kita seharusnya zuhud: hidup sederhana. Bukan mengharapkan mobil bagus, rumah mewah.

"Wama min dabbatin fil ardhi illa 'allaLLAHI rizquha"
Hewan melata yang nggak punya otak aja pasti dapat rezeki.

Mindsetnya orang kapitalis sama orang Islam berbeda.

Banyak orang yang pintar ngumpulin harta tapi sedikit sekali orang yang bisa menikmati harta.

Pada masa Rasulullah dan para sahabat, rumahnya nggak mewah-mewah.

Mereka zuhud kecuali 2 hal: Kendaraan terbaik untuk berjihad dan Istri tercantik dan tersolehah.

Orang paling bahagia itu kalau punya relasi yang banyak.

Terindah: Shalat, Relasi (minyak wangi), Istri salehah.

Orang kalau nggak seimban, nyari harta, anak dan istrinya hilang. Kebahagiaan pun hilang.

Orang kalau nggak punya konsep--nyari harta aja. Nggak tau letak kebahagiaannya.


Orang tu kalau nggak punya kebahagiaan, larinya ke TV.

Mengumpulkan duit itu kenikmatan semu.

Menikmati itu nikmat di dunia dan di akhirat. Katanya Kiyai, "Yang penting cukup."

Yang namanya cukup itu mikir yang kita butuhin dekat ini apa.

Hawanya harta itu membuat kerusakan pada keluarga.
Tapi ada juga harta yang hawanya enak.

Hakekatnya harta itu bukan banyaknya, tapi manfaatnya.

Orang kaya sekarang lebih bahagia ketika membuat bangunan tapi untuk masyarakat.

MENCARI HARTA

Makan itu cukup sesuap-dua suap, selebihnya untuk zakat (Hadits).

Cara supaya harata datang ke kita: Nggak ambisi pada dunia.

Kunci supaya harata datang pas dakwah: Jangan minta.

Orang kaya itu bukan dari usahanya sendiri.

Rezeki itu kayak bagi-bagi

Jangan lihat fisik barangnya, tapi orientasikan pada manfaatnya.

Jangan cari harta tapi carilah puncak fungsi harta.

Rumah sebesar apapun kalau nggak ada santri, nggak ada taklim, sepi.

Finansial tidak hanya berupa harta.

Kekayaan seorang mukmin adalah kekayaan voucher, bukan kertas. Maksudnya, nggak punya kertas, tapi bisa apa aja.

Kharismatik: Finansial yang tinggi.

Mungkin saat ini kamu dilecehkan, disepelekan, diremehkan, padahal kamu sudah berusaha sekuat mungkin. Teruslah berjuang. Ada saatnya kau akan dihargai, disenangi, dikelilingi oleh kebahagiaan.

Pada puncaknya nanti, kita nggak kepikiran lagi dengan ekonomi, karena sudah menyatu dengan dakwah.

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top