Semangat Kembali

04.11


Aku betul-betul gerah hari ini!

Ingin sekali rasanya aku pergi ke warnet dan bermain seharian dari pagi sampai malam. Wah, rasanya udah kayak di ramah saja. Santai. Tanpa tekanan. Apalagi ujian tahfidz, seperti sekarang ini.

Hari ini hari Selasa dan dua hari lagi aku maju kalau aku siap.

Kurebahkan badanku di kasurnya Ahmad dan berkata pada Fahri yang berdiri tepat di sebelahku, “Ri, flashdiskku mana? Aku pengen ke warnet nih.” Aku berkata padanya dengan wajah memelas.

Mimik wajah Fahri berubah. Kelihatannya dia keberatan. Entah keberatan karena apa. Apakah flashdiskku hilang atau jangan-jangan di nggak ingin mengembalikannya sekarang? “Ya, bukannya aku nggak mau ngembaliin sekarang, Zen, tapi kan kamu besok Kamis maju ujian tahfidz. Sayang kan waktunya sekarang kalau kamu main?” Aku tersadar. Benar juga katanya. Hari ini aku berjuang kembali. Hari ini dan hari esoknya. Esoknya lagi. Aku sadar, tiada hari bagiku tanpa perjuangan. Karena perjuangan adalah ‘nama tengahku’.

Melihat ekspresi wajahku yang terlihat sudah sadar akan makna perjuangan, Fahri tersenyum.


Baiklah, aku akan berjuang lagi melakukan hal terbaik yang kubisa. Aku nggak ingin mengecewakan orang-orang yang telah mendukungku selama ini. Ayah. Ibu. Kawan-kawan. Ustadz-ustadz. Maaf, kalau aku selama ini mengabaikan harapan-harapn kalian. Aku akan berjuang kembali.

“Terus gimana, Zen? Jadi mau keluar sekarang?” selidik Fahri.

Aku tersenyum datar. “Nggak ah, entar aja hari Jumat, sesuai jadwal.” Kulihat Fahri juga tersenyum melihat optimism yang terpendar dari kedua bola mataku.

Qomat bergema. Kami yang melek di kamar membangunkan yang tidur.

31122013

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top