Aku dan Langit

19.50


Kau tau perilaku aneku setiap mendapat masalah? Yup, memandang langit. Tahukah kamu, di langit sana, mereka memanggil manggilku, menyebut nyebut namaku, menginginkan kedatanganku. Ini bukan fiksi! Nyata. Mereka mengharapkanku.
Akupun mengharapkan mereka.

Setiap kali tidur, aku merasa rese’. Kenapa? Bukan karena aku jarang mimpi tapi yang lebih spesifik lagi, aku tidak pernah melihat mereka, makhluk makhluk langit.
Sebenarnya sih, ga pantas aku menjulukinya makhluk makhluk langit. Mereka adalah keluargaku, saudaraku. Dan aku yakin, ketika aku berhasil mengkkhatamkan Qur’an ini, mereka akan menyapaku.
Karena suatu hari, aku mimpi bertemu mereka dan mimpi itu seperti nyata sekali

@@@

Aku bangun dari tidurku dengan selimut yang masih kupangku dan aku masih ngantuk. Lalu, kutatap langit. Aku melihat sosok wanita cantik yang menurutku masih gadis seumuranku dengan sepasang sayap merpatinya, turun perlahan mendekatiku.
Ya Allah, apakah inimimpi? Pikirku dalam hati.


Oh tidak, sepertinyaini nyata. Gadis langit itu mendekatiku hingga sangat dekat sekali, 1 meter. Hatiku terasadeg degan dan hasratku membuncah. Ga bisa kutahan. Ingin sekali aku memeluknya. Lalu, saat kurentangkan kedua tanganku, aku menjadi kaku. Dia berkata, Kak, apa yang kau lakukan? Kita keluarga.

Apa? Benarkah ini? Atau dia hanya membual? Tapi aku yakin gadis langit secantik dia takkan pernah berbohong. Dengan sedih (karena ga bisa memeluknya), aku bertanya, Ba... gai... ma... na bisa? Hik... Hik...

Kakak memang sengaja diutus ke bumi untuk menjalankan misi mulia dan agung.
Apa... kah ituuu?

Menjaga Al Qur’an. Jangan kakak sia siakan kesempatan ini, kak. Aku akan kembali lagi ke langit dan menunggu kehadiranmu dengan Qur’anmu. Da... Kak... Gadis cantik bersayap itu (yang ternyata saudariku) kembali terbang dengan anggun ke langit dengan sedih.

Adik, aku juga merindukanmu... Akupun ikut sedih karena baru ketemu berpisah kembali.

@@@

Kau tau kan sekarang kenapa aku selalu melihat langit saat tertimpa masalah? Ya, aku rindu mereka dan aku ingin melihat mereka kembali. Akupun sadar kembali, bahwa misiku di sini adalah menghapal dan menjaga Qur’an mulia, itu pesan adikku yang tiba tiba meluncur dari langit.

Kupandangi kembali langit malam ini. Kulihat arak arakan awan yang mengalir pelan seakan akan merangkak. Akupun melihat awan awan itu memandangku, memanggil manggil namaku. Aku terharu.

Ya, saudariku, aku takkan melupakanmu. Aku tersenyum.

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

You Might Also Like

0 komentar

Back to top